Latest Products

KETENTUAN UMUM PESERTA, SANKSI DAN DEWAN HAKIM



KETENTUAN UMUM PESERTA, SANKSI DAN DEWAN HAKIM

Pasal 1
PESERTA  LOMBA

1.         Peserta lomba adalah santri TKA.TPA dan TQA di wilayah Provinsi D. I. Yogyakarta
2.         Peserta lomba adalah utusan Badan Koordinasi TKA-TPA Daerah (Kabupaten/Kota) yang merupakan Juara I, II dan III FASI X Tingkat Daerah ( Kabupaten/Kota) dari berbagai bidang lomba yang telah ditentukan oleh BADKO TKA-TPA Provinsi D.I.Yogyakarta/Panitia Wilayah.
3.         Masing-masing peserta hanya boleh mengikuti 1 (satu) cabang lomba.
4.         Peserta Lomba belum pernah menjadi Juara 1 (satu) pada FASI Nasional sebelumnya pada jenjang  dan bidang lomba yang sama.
5.         Peserta merupakan benar-benar sebagai santri TKA, TPA atau TQA di bawah unit yang terdaftar di Badko TKA-TPA DIY
6.         Identitas peserta dilengkapi dengan surat keterangan dari Direkur Unit TKA,TPA atau TQA asal santri belajar, sebagai lampiran dari mandat yang dikeluarkan oleh Ketua Badko Daerah (Kabupaten/kota) yang bersangkutan.
7.         Usia peserta  diatur sebagai berikut :
1.    Santri TKA, usia maksimal 7 tahun pada tanggal 1  Juli   2017 atau Lahir mulai tanggal 1 Juli 2010.
2.    Santri TPA, usia maksimal 12 tahun pada tanggal 1 Juli  2017 atau Lahir mulai tanggal 1 Juli 2005.
3.    Santri TQA, usia maksimal 15 tahun pada tanggal 1 Juli  2017 atau Lahir mulai tanggal 1 Juli 2002.
7.         Keabsahan mengenai usia peserta dilampiri dengan foto copy Akte Kelahiran atau Ijazah yang mereka miliki dengan memperlihatkan aslinya pada saat Technical Meeting.
8.                   Pendaftaran Peserta :
1.         Peserta lomba utusan Daerah didaftar secara kolektif oleh Pengurus Badan Koordinasi TKA-TPA Daerah 1 (satu) bulan sebelum waktu penyelenggaraan. (informasi secara lengkap menyusul kemudian).
2.         Untuk semua cabang lomba (perorangan maupun group) masing-masing Daerah hanya boleh mengirimkan 3 (tiga) orang peserta/3 group. (lihat bab IV tentang ketentuan jumlah peserta ).
9.                   Pengiriman Kafilah
a.         Peserta Juara I di FASI X di tingkat DIY secara otomatis akan dikirim ke tingkat Nasional dengan ketentuan peserta yang bersangkutan bersedia/sanggup untuk mengikuti pembinaan kafilah yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi TKA-TPA D.I.Yogyakarta, dengan memberikan pernyataan secara tertulis.
b.        Peserta yang telah ditetapkan sebagai Kafilah, maka santri dan wali santri yang bersangkutan harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam pengiriman.
10.                 Pembinaan Kafilah
a.         Yang berhak untuk melaksanakan pembinaan kafilah adalah BADKO TKA-TPA D.I.Yogyakarta.
b.        Setiap peserta yang sudah ditetapkan sebagai kafilah (sebagaimana ketentuan dalam Pasal 1 Poin 9.a), berhak dikirim ke tingkat Nasional dan wajib mengikuti pembinaan yang diselenggarakan oleh BADKO TKA-TPA D.I.Yogyakarta.
c.         Peserta yang telah menyatakan sanggup dikirim ke tingkat Nasional dan mengikuti pembinaan, wajib mengikuti segala ketentuan yang berlaku dalam pembinaan.
d.        Peserta yang menyatakan tidak sanggup mengikuti pembinaan maka akan digantikan oleh peserta Juara di bawahnya dalam FASI X tingkat DIY.




KETENTUAN UMUM PESERTA, SANKSI DAN DEWAN HAKIM

Pasal 1
PESERTA  LOMBA

1.         Peserta lomba adalah santri TKA.TPA dan TQA di wilayah Provinsi D. I. Yogyakarta
2.         Peserta lomba adalah utusan Badan Koordinasi TKA-TPA Daerah (Kabupaten/Kota) yang merupakan Juara I, II dan III FASI X Tingkat Daerah ( Kabupaten/Kota) dari berbagai bidang lomba yang telah ditentukan oleh BADKO TKA-TPA Provinsi D.I.Yogyakarta/Panitia Wilayah.
3.         Masing-masing peserta hanya boleh mengikuti 1 (satu) cabang lomba.
4.         Peserta Lomba belum pernah menjadi Juara 1 (satu) pada FASI Nasional sebelumnya pada jenjang  dan bidang lomba yang sama.
5.         Peserta merupakan benar-benar sebagai santri TKA, TPA atau TQA di bawah unit yang terdaftar di Badko TKA-TPA DIY
6.         Identitas peserta dilengkapi dengan surat keterangan dari Direkur Unit TKA,TPA atau TQA asal santri belajar, sebagai lampiran dari mandat yang dikeluarkan oleh Ketua Badko Daerah (Kabupaten/kota) yang bersangkutan.
7.         Usia peserta  diatur sebagai berikut :
1.    Santri TKA, usia maksimal 7 tahun pada tanggal 1  Juli   2017 atau Lahir mulai tanggal 1 Juli 2010.
2.    Santri TPA, usia maksimal 12 tahun pada tanggal 1 Juli  2017 atau Lahir mulai tanggal 1 Juli 2005.
3.    Santri TQA, usia maksimal 15 tahun pada tanggal 1 Juli  2017 atau Lahir mulai tanggal 1 Juli 2002.
7.         Keabsahan mengenai usia peserta dilampiri dengan foto copy Akte Kelahiran atau Ijazah yang mereka miliki dengan memperlihatkan aslinya pada saat Technical Meeting.
8.                   Pendaftaran Peserta :
1.         Peserta lomba utusan Daerah didaftar secara kolektif oleh Pengurus Badan Koordinasi TKA-TPA Daerah 1 (satu) bulan sebelum waktu penyelenggaraan. (informasi secara lengkap menyusul kemudian).
2.         Untuk semua cabang lomba (perorangan maupun group) masing-masing Daerah hanya boleh mengirimkan 3 (tiga) orang peserta/3 group. (lihat bab IV tentang ketentuan jumlah peserta ).
9.                   Pengiriman Kafilah
a.         Peserta Juara I di FASI X di tingkat DIY secara otomatis akan dikirim ke tingkat Nasional dengan ketentuan peserta yang bersangkutan bersedia/sanggup untuk mengikuti pembinaan kafilah yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi TKA-TPA D.I.Yogyakarta, dengan memberikan pernyataan secara tertulis.
b.        Peserta yang telah ditetapkan sebagai Kafilah, maka santri dan wali santri yang bersangkutan harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan dalam pengiriman.
10.                 Pembinaan Kafilah
a.         Yang berhak untuk melaksanakan pembinaan kafilah adalah BADKO TKA-TPA D.I.Yogyakarta.
b.        Setiap peserta yang sudah ditetapkan sebagai kafilah (sebagaimana ketentuan dalam Pasal 1 Poin 9.a), berhak dikirim ke tingkat Nasional dan wajib mengikuti pembinaan yang diselenggarakan oleh BADKO TKA-TPA D.I.Yogyakarta.
c.         Peserta yang telah menyatakan sanggup dikirim ke tingkat Nasional dan mengikuti pembinaan, wajib mengikuti segala ketentuan yang berlaku dalam pembinaan.
d.        Peserta yang menyatakan tidak sanggup mengikuti pembinaan maka akan digantikan oleh peserta Juara di bawahnya dalam FASI X tingkat DIY.


Detail

FESTIVAL ANAK SHALEH INDONESIA X




BAB I
PENDAHULUAN

basmalah8


F
 

Festival Anak Saleh Indonesia ( FASI ) merupakan pagelaran lomba kreatifitas santri berprestasi, baik santri Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an, Taman Pendidikan Al-Qur’an dan santri Ta’limul Qur’an  Lil Aulad. Diselenggarakan oleh Badan Koordinasi TKA-TPA Propinsi D.I.Yogyakarta

Acara tiga tahunan ini, paling tidak memiliki fungsi utama, yakni :
1.    Sebagai media untuk memperkokoh silaturahim fungsional dalam upaya menopang Ukhuwah Islamiyah terutama di kalangan pengurus Badko TKA-TPA, para pengelola, guru dan santri TK/TP Al-Qur’an, dan Ta’limul Qur’an lil Aulad, seluruh aktivis TKA-TPA dan seluruh komponen bangsa yang mencintai Al-Qur’an dan pemerhati serta menyayangi anak-anak.
2.    Sebagai wahana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan profesionalisme di setiap jenjang kelembagaan dalam upaya meningkatkan fungsi Badko TKA-TPA.
3.    Sebagai media evaluasi kualitas santri di wilayah D.I.Yogyakarta yang selanjutnya akan menjadi umpan balik perbaikan kurikulum termasuk proses pembelajaran.

Untuk mengetahui santri unggulan di Tingkat Wilayah, maka FASI X diselenggarakan secara berjenjang, mulai dari tingkat Kecamatan, tingkat Kota/ Kabupaten, dan tingkat Provinsi. Dan  FASI X  Tingkat Propinsi insya Allah akan diselenggarakan menginap pada  bulan April tahun 2017 di Komplek Perguruan Muhammadiyah Jalan Kapas (alternatif).

Mengacu pada Juklak FASI X tingkat nasional, maka dibuatlah draft Panduan FASI X yang selanjutnya akan digunakan sebagai bahan untuk merumuskan dan mengesahkan Panduan FASI X BADKO TKA-TPA melalui rapat pleno pada 21 Februari 2016  bertempat di kabupaten Kulonprogo. Dan  panduan ini menjadi acuan yang sah untuk pelaksanaan FASI X Badko TKA-TPA  di semua jenjang penyelenggaraan.

Semoga dengan panduan yang jelas, kemudian dilaksanakan oleh semua komponen yang terlibat dengan kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja mawas, diharapkan FASI X berjalan sukses



BAB I
PENDAHULUAN

basmalah8


F
 

Festival Anak Saleh Indonesia ( FASI ) merupakan pagelaran lomba kreatifitas santri berprestasi, baik santri Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an, Taman Pendidikan Al-Qur’an dan santri Ta’limul Qur’an  Lil Aulad. Diselenggarakan oleh Badan Koordinasi TKA-TPA Propinsi D.I.Yogyakarta

Acara tiga tahunan ini, paling tidak memiliki fungsi utama, yakni :
1.    Sebagai media untuk memperkokoh silaturahim fungsional dalam upaya menopang Ukhuwah Islamiyah terutama di kalangan pengurus Badko TKA-TPA, para pengelola, guru dan santri TK/TP Al-Qur’an, dan Ta’limul Qur’an lil Aulad, seluruh aktivis TKA-TPA dan seluruh komponen bangsa yang mencintai Al-Qur’an dan pemerhati serta menyayangi anak-anak.
2.    Sebagai wahana untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan profesionalisme di setiap jenjang kelembagaan dalam upaya meningkatkan fungsi Badko TKA-TPA.
3.    Sebagai media evaluasi kualitas santri di wilayah D.I.Yogyakarta yang selanjutnya akan menjadi umpan balik perbaikan kurikulum termasuk proses pembelajaran.

Untuk mengetahui santri unggulan di Tingkat Wilayah, maka FASI X diselenggarakan secara berjenjang, mulai dari tingkat Kecamatan, tingkat Kota/ Kabupaten, dan tingkat Provinsi. Dan  FASI X  Tingkat Propinsi insya Allah akan diselenggarakan menginap pada  bulan April tahun 2017 di Komplek Perguruan Muhammadiyah Jalan Kapas (alternatif).

Mengacu pada Juklak FASI X tingkat nasional, maka dibuatlah draft Panduan FASI X yang selanjutnya akan digunakan sebagai bahan untuk merumuskan dan mengesahkan Panduan FASI X BADKO TKA-TPA melalui rapat pleno pada 21 Februari 2016  bertempat di kabupaten Kulonprogo. Dan  panduan ini menjadi acuan yang sah untuk pelaksanaan FASI X Badko TKA-TPA  di semua jenjang penyelenggaraan.

Semoga dengan panduan yang jelas, kemudian dilaksanakan oleh semua komponen yang terlibat dengan kerja ikhlas, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja mawas, diharapkan FASI X berjalan sukses
Detail

TRAINING

untuk memperkuat ukhuwah dan memberikan motivasi dalam kegiatan pendidikan dan pembeljaran alquran


untuk memperkuat ukhuwah dan memberikan motivasi dalam kegiatan pendidikan dan pembeljaran alquran


Detail

khutbah rasulullah jelang ramadhan

WAHAI manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba- Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya. Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin. Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”) Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.” Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirothol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain. Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. (Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”) Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.” Wahai manusia! Sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.” “Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.” Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin di dalamnya.” “Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.” (Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa.) Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.” “Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.” “Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.“ “Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.” “Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah)* hidayatullah ,com
WAHAI manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba- Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya. Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin. Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”) Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.” Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirothol mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain. Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. (Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?”) Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.” Wahai manusia! Sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.” “Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.” Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin di dalamnya.” “Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.” (Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa.) Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.” “Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.” “Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.“ “Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.” “Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah)* hidayatullah ,com
Detail

Game

Game untuk Perkenalan SANTRI TPA


PERMAINAN KE 1
Siapa Dia? Langkah-langkah :
• Minta semua peserta untuk berdiri dan membentuk lingkaran
• Minta seorang peserta untuk memperkenalkan nama dan satu hal lain mengenai dirinya dalam bentuk satu kalimat pendek (menyebut, hobi, atau tempat tinggal,), misal: Nama saya Retno, hobi baca buku.
• Mintalah peserta kedua untuk mengulang kalimat peserta pertama, baru kemudian memperkenalkan dirinya sendiri, misal : teman saya Retno, hobi baca buku, saya Rahnat, hobi main catur.
• Peserta ketiga harus mengulang kalimat 2 peserta sebelumnya sebelum memperkenalkan diri, demikian seterusnya sampai seluruh peserta memperoleh gilirannya.
• Apabila peserta tidak dapat mengingat nama dan apa yang dikatakan 2 peserta lainnya, maka ia harus menanyakan langsung pada yang bersangkutan: ‘siapa nama Anda?’ atau ‘siapa nama Anda dan apa hobi Anda?’
PERMAINAN KE 2
Kisah Angka-Angka Permainan ini dipakai agar peserta mengenal satu sama lain dengan cara santai dan menghapuskan kekakuan. Langkah-langkah :
• Mintalah seluruh peserta berhitung dari nomor 1 dan seterusnya sampai selesai (habis)
• Minta setiap peserta mengingat nomor urutnya masing-masing dengan baik, jika perlu lakukan pengujian dengan menyebut secara acak beberapa angka dan minta peserta yang disebut nomornya untuk menyahut ‘ya’!, atau tunjuk beberapa orang peserta secara acak dan tanyakan ia nomor urut berapa.
• Tegaskan sekali lagi apakah mereka benar – benar mengingat nomor urutnya masing – masing.
• Setelah yakin, jelaskan bahwa Anda akan menyampaikan suatu berita atau suatu cerita tertentu di mana dalam sepanjang cerita itu akan disebut sejumlah angka – angka
. Peserta yang disebut angka atau nomor urutnya diminta segera berdiri dan langsung meneriakkan namanya keras – keras kepada seluruh peserta lain
. Jika terlambat 3 detik, peserta dikenakan hukuman ramai – ramai oleh peserta lain.
• Tanyakan kepada peserta apakah mereka paham peraturan tersebut?, jika perlu ulangi sekali lagi dan berikan contoh.
• Mulai bercerita, misalnya : saudara – saudara, latihan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lima bulan yang lalu, tapi karena beberapa hal, barulah tiga bulan yang lalu ada kejelasan dan kemudian dipersiapkan oleh delapan orang panitia ……….. dst. Atau cerita lain yang Anda karang sendiri pada saat itu ( yang penting, dalam cerita itu ada disebutkan angka – angka nomor urut peserta setiap satu kalimat atau setiap selang satu menit ).
• Lakukan sampai separuh peserta tersebut nomornya atau seluruhnya (bergantung kepada kecepatan Anda dan peserta dan sesuai dengan waktu yang tersedia)
• Lakukan diskusi dengan peserta tentang apa makna permainan ini dan dapat digunakan untuk apa saja dalam kegiatan latihan, termasuk perasaan – perasaan peserta sendiri.
• Simpulkan

Game untuk Perkenalan SANTRI TPA


PERMAINAN KE 1
Siapa Dia? Langkah-langkah :
• Minta semua peserta untuk berdiri dan membentuk lingkaran
• Minta seorang peserta untuk memperkenalkan nama dan satu hal lain mengenai dirinya dalam bentuk satu kalimat pendek (menyebut, hobi, atau tempat tinggal,), misal: Nama saya Retno, hobi baca buku.
• Mintalah peserta kedua untuk mengulang kalimat peserta pertama, baru kemudian memperkenalkan dirinya sendiri, misal : teman saya Retno, hobi baca buku, saya Rahnat, hobi main catur.
• Peserta ketiga harus mengulang kalimat 2 peserta sebelumnya sebelum memperkenalkan diri, demikian seterusnya sampai seluruh peserta memperoleh gilirannya.
• Apabila peserta tidak dapat mengingat nama dan apa yang dikatakan 2 peserta lainnya, maka ia harus menanyakan langsung pada yang bersangkutan: ‘siapa nama Anda?’ atau ‘siapa nama Anda dan apa hobi Anda?’
PERMAINAN KE 2
Kisah Angka-Angka Permainan ini dipakai agar peserta mengenal satu sama lain dengan cara santai dan menghapuskan kekakuan. Langkah-langkah :
• Mintalah seluruh peserta berhitung dari nomor 1 dan seterusnya sampai selesai (habis)
• Minta setiap peserta mengingat nomor urutnya masing-masing dengan baik, jika perlu lakukan pengujian dengan menyebut secara acak beberapa angka dan minta peserta yang disebut nomornya untuk menyahut ‘ya’!, atau tunjuk beberapa orang peserta secara acak dan tanyakan ia nomor urut berapa.
• Tegaskan sekali lagi apakah mereka benar – benar mengingat nomor urutnya masing – masing.
• Setelah yakin, jelaskan bahwa Anda akan menyampaikan suatu berita atau suatu cerita tertentu di mana dalam sepanjang cerita itu akan disebut sejumlah angka – angka
. Peserta yang disebut angka atau nomor urutnya diminta segera berdiri dan langsung meneriakkan namanya keras – keras kepada seluruh peserta lain
. Jika terlambat 3 detik, peserta dikenakan hukuman ramai – ramai oleh peserta lain.
• Tanyakan kepada peserta apakah mereka paham peraturan tersebut?, jika perlu ulangi sekali lagi dan berikan contoh.
• Mulai bercerita, misalnya : saudara – saudara, latihan ini sebenarnya sudah direncanakan sejak lima bulan yang lalu, tapi karena beberapa hal, barulah tiga bulan yang lalu ada kejelasan dan kemudian dipersiapkan oleh delapan orang panitia ……….. dst. Atau cerita lain yang Anda karang sendiri pada saat itu ( yang penting, dalam cerita itu ada disebutkan angka – angka nomor urut peserta setiap satu kalimat atau setiap selang satu menit ).
• Lakukan sampai separuh peserta tersebut nomornya atau seluruhnya (bergantung kepada kecepatan Anda dan peserta dan sesuai dengan waktu yang tersedia)
• Lakukan diskusi dengan peserta tentang apa makna permainan ini dan dapat digunakan untuk apa saja dalam kegiatan latihan, termasuk perasaan – perasaan peserta sendiri.
• Simpulkan
Detail
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BADKO NGAWEN - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger